
Sebelumnya, di lokasi wisata itu terdapat puluhan bangunan yang terdiri dari rumah tinggal, penginapan, maupun rumah makan. Namun, kini hampir seluruh bangunan baik permanen maupun semi permanen di wilayah tersebut rata dengan tanah atau rusak berat. Konstruksi sebagian besar bangunan di kawasan Batu Hiu memang kurang kuat, sehingga hanyut terbawa Tsunami. Oleh karena itu, warga Batu Hiu mengungsi atau mendirikan tenda-tenda darurat.
Pada siang hari, warga berdatangan ke objek wisata tersebut untuk membersihkan puing-puing rumah mereka atau mencari barang-barang mereka yang masih dapat diselamatkan. Menurut data Kantor Desa Ciliang, korban meninggal di Batu Hiu dan sekitarnya mencapai 12 orang. Sedangkan lima di antaranya masih dinyatakan hilang. Sayangnya, bantuan ke desa itu masih belum banyak mengalir karena bantuan masih terpusat ke Pangandaran
Tidak ada komentar:
Posting Komentar